Pages

Subscribe:

Labels

Pengikut

Popular Posts

Popular Posts

Selasa, 21 Agustus 2012

Struktur Morfologi Filum Antrophoda


A.    TUJUAN
1.      Mengetahui struktur morfologi filum antrophoda.
B.     DASAR TEORI
Hewan merupakan makhluk hidup yang mampu beradaptasi di berbagai lingkungan. Mereka dapat hidup di laut, air tawar, kutub, dan padang pasir (gurun). Berdasarkan kerangka tulang belakangnya hewan di kelompokkan menjadi dua kelompok utama, yaitu invertebrata(hewan yang tidak bertulang belakang) dan vertebrata(bertulang belakang). Berdasarkan persamaan dan perbedaannya, kelompok hewan invertebrata di kelompokkan ke dalam beberapa filum. Hewan-hewan tersebut di kelompokkan ke dalam 9 filum, yaitu:
a.       Porifera
b.      Coelenterata
c.       Platyhelminthes
d.      Nemathelminthes
e.       Annelida
f.       Mollusca
g.      Arthropoda
h.      Echinodermata
i.        Chordata (Laila,2007)
Pada percobaan kali ini kita akan membahas mengenai filum Arthropoda. Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu arthros yang artinya sendi dan podos yang artinya adalah kaki yang tersusun atas ruas-ruas. Sifat hidup filum ini bervariasi, ada yang hidup bebas, tetapi ada juga yang bersifat parasit pada organisme lain.(Kastawi,2005)
Ciri-ciri umum yang dimiliki anggota filum arthropoda adalah:
1.      Tubuh simetri bilateral, terdiri atas segmen-segmen yang saling berhubungan dibagian luar, dan memiliki tiga lapisan germinal(germlayers) sehingga merupak hewan tripoblastik. (zoologi vertebrata)
2.      Tubuh memiliki kerangka luar dan dibedakan atas kepala, dada, serta perut yang terpisah atau bergabung menjadi satu. (Kastawi,2005))
3.      Setiap segmen tubuh memiliki sepasang alat gerak atau tidak ada.
4.      Respirasi dengan menggunakan paru-paru buku, trakea atau dengan insang. Pada spesies terestrial bernafas menggunakan trakhea atau pada arachnida menggunakan paru-paru buku atau menggunakan keduanya.(Kastawi,2005)
5.      Ekskeresi dengan menggunakn tubulus malpighi atau kelenjar koksal. .(Kastawi,2005)
6.      Saluran pencernaan sudah lengkap, terdiri atas mulut, usus dan anus. .(Kastawi,2005)
7.      Sistem peredaran darah berupa sistem peredaran darah “terbuka”, beredar melalui jantung→organ dan jaringan→hemocoel (sinus) →ke jantung lagi.(Kastawi,2005)
8.      Sarafnya merupakan sistem saraf tangga tali.(Kastawi,2005)
9.      Berkelamin terpisah, fertilisasi terjadi secara internal, dan bersifat ovipar. Perkembangan individu baru terjadi sevara langsung atau melalui stadium larva.(Kastawi,2005)Pembagian tubuh pada arthropoda kemungkinan seperti annelida yang memiliki dinding tubuh yang berotot dan tubuh tidak terbagi menjadi daerah tertentu, pada crustaceae, Insecta, Chilopoda, dan Diplopoda tubuh dibedakn menjadi tiga daerah yang jelas yaitu kepala dada dan abdomen atau kepala dan dada yang bergabung menjadi cefalotoraks.(Kastawi,2005)Tubuh dibungkus oleh zat kitin, yang berfungsi sebagai kereangka luar atau eksoskeleton.(Kastawi,2005)
Bedaraskan perbedaan dan persaman struktur tubuhnya, arthropoda di kelompokkan menjadi lima kelas, yaitu kelas Crustaceae, Insecta, Arachnida, dan Myriapoda. .(Kastawi,2005)
1.      Kelas Crustaceae
Crustaceae dikenal sebagai hewan aquatik krena sebagin besar anggota hidupnya di air. Misalnya, di laut, air tawar,dan tempat-tempat yang lembab. Crustaceae yang hidup di sebagian besar merupakan zooplankton. Ukuran tubuh Crustaceae bervariasi ada yang kecil (plankton) samapi dengan ukuran yang besar seperti kepiting dan udang.Ciri-ciri kelas crustaceae adalah tubuh terdiri atas kepala dan dada yang tersusun menjadi satu (cefalotoraks), dan perut(abdomen). Kulit terdiri dari zat kitin dan zat kapur yang berfungsi sebagai eksoskeleton. Pada bagian kepala dan dada terdapat lapisan kulit yang keras, disebut karapaks. Memilki dua pasang antena. Pada umumnya, memiliki satu pasang kaki pada setiap ruas tubuh. Pada udang dan kepiting terdapat lima pasang kaki jalan. Bernafas dengan insang dan ada juga yang yang menggunakan permukaan tubuhnya. Alat ekskresi berupa sepasang badan yang disebut greenland (kelenjar hijau), terletak pada bagian ventral dari cefalotoraks di depan esofagus. Bereproduksi secara kawin, jenis kelamun terpisah. Sistem saraf berupa tangga tali. Alat pencernaan dilengkapi dengan mulut, esofagus, lambung, usus dan anus. Sistem peredaran darah terbuka. (Laila,2007)
Pada udang terdapat statosista (alat keseimbangan) yang terletak di dasar ruas pada masing-masing antenula.Klasifikasi Crustaceae dapat dibedakan menjadi dua sub kelas, yaitu:
a.       Subkelas Entomostraca
Subkelas ini anggotanya terdiri dari udang-udang kecil yang hidup sebagai zooplankton. Subkelas ini dikelompokkan menjadi beberapa ordo antara lain Branchiopoda, Ostracoda, Cirripedia, dan Branchiura. (Laila,2007)
b.      Subkelas Malacostraca
Malacostraca meliputi sekitar tiga permpat jumlah jenis crustaceae yang banyak dikenal orang. Malacostraca dikelompokkan menjadi beberapa ordo, antara lain Isopoda. Stomatopoda, dan Dekapoda. (Laila,2007)


2.      Kelas Insecta
Anggota kelas insecta disebut juga heksapoda atau lebih dikenal sebagai serangga. Serangga merupakan kelas terbesar dalam filu arthropoda. Pada tubuh hewan anggota kelas ini dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada, dan perut. Pada kepala terdapat antena, mulut dengan berbagai tipe, serta mata faset dan mata oselus. (Laila,2007). Beberapa macam tipe mulut pada serangga adalah sebagai berikut.
a.       Tipe mulut menggigit dan menusuk
b.      Tipe mulut mengisap
c.       Tipe mulut Menggigit dan menjilat
d.      Tipe mulut menggigit (Laila,2007)
Pada bagian dada terdapat tiga pasang kaki. Sayap terletak pada segmen kedua dan ketiga dada. Pada bagian perut terdapat lebih kurang sebelas segmen. Segmen terakhir bermodifikasi menjadi alat genital. Alat pencernaan memanjang, mulai dari mulut samapai anus. Sistem peredaran darahnya terbuaka. Srangga bernafas dengan trakea, yaitu berupa berupa saluran bercabang-cabang sampai pada semua bagin tubuh bagian dalam. Alat eksresi terdiri ats dua atau lebih pembuluh, disebut pembuluh malpighi. Sistem saraf tangga tali, terdiri atas berupa ganglion pada tiap-tiap ruas. Indera penglihatan berupa mata-mata majemuk yang tersusun atas omatidia dan mata tunggal yang disebut oselus. Pada antena terdapat indera pembau yang disebut komoreseptor. Jenis kelamin pada hewan anggota filum ini adalah terpisah, yaitu jantan dan betina. Pembuahannya terjadi dalam tubuh (Laila,2007). Klasifikasi kelas pada insecta dikelompokkan menjadi dua yaitu, Subkelas Apterygota(memilki tipe mulut menggigit, dan dimana batas antara kepala, dada dan perut tidak jelas) dan subkelas Pterygota(kelompok serangga yang memilki sayap). Subkelas Pterygota di kelompokkan lagi menjadi beberapa Ordo yaitu, Isoptera, Orthoptera, Hemiptera, Homoptera, Odonata, Coleoptera, Neuroptera, Lepidoptera, Diptera, hymnoptera, Siphonoptera. (Laila,2007)
3.      Kelas Arachnida
Nama kelas Arachnida berasal dari kata arachne = laba-laba. Arachnida  pada umumnya hidup di darat, tetapi ada juga yang hidup dalam air. Ukuran tubuhnya mikroskopis sampai beberapa sentimeter panjangnya. Tubuhnya terdiri atas chepalothoraks dan abdomen serta tidak mempunyai antena. Jumlah matanya bervariasi dan biasanya mempunyai delapan mata sederhana (Laila,2007). Pada bagian depan chepalothoraksnya terdapat mulut yang mempunyai enam pasang alat tambahan, yaitu:
·       Sepasang pedipalpus (seperti kaki yang berakhir pada cakar) untuk memegang mangsanya
·       Sepasang kelisera (berupa gunting dan capit) untuk melumpuhkan musuhnya
·       Empat pasang kaki untuk berjalan. (Sari,2010)
Hewan anggota kelas ini bernafas dengan paru-paru buku atau trakea atau dengan kedua-duanya.  Ada beberapa Arachnida yang tidak memiliki alat penapasan khusus. Kelas Arachnida dibagi menjadi tiga Ordo yaitu:
1)    Scorpionida
·       Mencakup segala macam kala, seperti kalajengking, kala buku dan kala labah-labah
·       Pedipalpusnya berbentuk seperti capit besar, sedangkan kelisera-keliseranya kecil. (Sari,2010)
2)    Arachnoida
·       Mencakup segala macam labah-labah
·       Setiap labah-labah paling tidak membuat tiga macam benang untuk fungsi yang berlainan. (Sari,2010)
3)    Acarina
·       Tubuhnya tidak berbuku-buku
·       Mencakup caplak dan tungau (Sari,2010).
Pada Arachnida system pernapasan berupa paru-paru yang terletak di daerah perut depan. Sistem pencernaan dimulai dari mulut, perut, usus halus, usus besar, kantung, feses dan anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan lima pasang usus buntu yang terletak di bagian depan dan hati di bagian abdomen. System reproduksi, terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi di dalam tubuh betinanya (fertilasi internal). Hewan jantan dan hewan betina terpisah (diesis). Ada ovipar, ovovivipar, dan vivipar. (Sari,2010)
4.      Kelas Myriapoda
Myriapoda (dalam bahasa yunani, myria = banyak, podos = kaki) merupakan hewan berkaki banyak.Hewan kaki seribu adalah salah satunya yang terkadang kita lihat di lingkungan sekitar kita. Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat. Terutama di tempat yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah batu-batuan (Diana,2008). Pembagian tubuh Myriapoda ini terdiri atas kepala (chepalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (thoraks). Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus). Penambahan jumlah segmen terjadi pada setiap pergantian kulit. Alat gerak pada kelompok hewan chilopoda adalah satu pasang kaki di setiap segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap segmen perut, kecuali segmen terakhirnya(Sari,2010). System pernapasannya berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya. System pencernaan, saluran pencernaanya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen I, sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah atau daun-daunan. System reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar. (Sari,2010)
Kelas Myriapoda ini di bagi menjadi beberapa subkelas yaitu:
1)   Subkelas Chilopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
·         Mencakup berbagai macam lipan (kelabang)
·         Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya dengan gigi yang beracun. (Sari,2010)
2)   Subkelas Diplopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
·         Mencakup berbagai macam lengkibang (luing)
·         Diplopoda hidup di tempat-tempat lembab dan gelap
·         Makanan hewan ini berupa sayur-mayur, vegetasi yang sudah mati atau lumut. (Sari,2010)





















D.    ANALISIS DATA
Kunci Determinasi
1.      a. bagian tubuh beruas ..............................................................2a,2b,2c
b. bagian tubuh tidak beruas............................................................... 2b
2.      a. kepala, dada, dan perut................................................................... 3a
b. kepala dada dan perut..................................................................... 3b
c. kepala dan perut.............................................................................. 3b
3.      a. terdapat sayap................................................................................. 4a,4b
b. tidak terdapat sayap........................................................................ 5a,5b,5c
4.      a. tipe sayap keras(bagian depan) dan membran(bagian belakang).... 5a
b. tipe sayap membran........................................................................ 5d,5e
5.      a. tipe mulut penggigit (kelisera)......................................................... Myriapoda, laba-laba, orthoptera, coleoptera
b. tipe mulut kelisera dan pedipalpus.................................................. kalajengking
c. tipe mulut mandibula dan maksila.................................................. udang, kepiting
d. tipe mulut pengisap......................................................................... Lepidoptera
e. tipe mulut pengisap dan penggigit.................................................. hymenoptera
Berdasarkan kunci determinasi dapat diketahui bahwa subfilum Myriapoda memiliki beberapa ciri, yaitu memiliki tipe mulut penggigit(kelisera), tipe sayap keras pada bagian depan dan tipe membrane pada bagian belakang, dibagi atas tiga bagian yaitu kepala, dada, dan perut dengan tubuh beruas-ruas. Untuk kalajengking, ia termasuk subfilum arachnida. Berdasarkan kunci determinasi, ia memiliki beberapa ciri, yaitu memiliki tipe mulut kelisera dan pedipalpus, ia tidak memiliki sayap, pada tubuhnya terdapat ruas-ruas, dan hewan ini dibagi atas dua bagian, kepala dada dan perut. Untuk laba-laba, ia termasuk dalam subfilum arachnida. Ia memiliki cirri-ciri yang sama dengan kalajengking, namun ada satu yang berbeda, yaitu terdapat pedipalpus pada kalajengking, sedangkan pada laba-laba tidak terdapat pedipalpus. Ia hanya memiliki tipe mulut penggigit(kelisera).
Udang dan kepiting juga dalam satu subfilum yang sama yaitu subfilum crustacae, kedua hewan ini memiliki ciri yang sama, yaitu memiliki tipe mulut mandibula dan maksila, tidak memiliki sayap, pembagian tubuh terdiri atas dua bagian yaitu kepala dada dan perut. Pada orthoptera dan coleoptera terdapat persamaan tipe mulut, yaitu tipe mulut penggigit. Kedua ordo ini termasuk dalam subfilum insecta, selain memiliki cirri pada mulutnya, ia juga memiliki cirri-ciri lainnya yaitu memiliki tipe sayap keras pada bagian depan dan tipe membrane pada sayap belakang, selain itu tubuhnya dibagi atas tiga bagian, yaitu kepala, dada, dan perut. Dan tentu saja tubuhnya beruas.
Untuk Lepidoptera dan hymenoptera, mereka juga terdapat dalam satu subfilu m yang sama namun ada satu yang membedakan antara mereka(berdasarkan kunci determinasi) yaitu pada tipe mulut. Pada Lepidoptera, tipe mulut yang dimiliki adalah pengisap. Sedangkan pada hymenoptera, tipe mulut yang dimiliki adalah tipe mulut pengisap dan penggigit. Dan untuk cirri-ciri lainnya, mereka memiliki kesamaan. Tubuh mereka sama-sama beruas, pembagian tubuh dalam tiga bagian, terdiri atas kepala, dada, dan perut.
C.     PEMBAHASAN
2.      Kalajengking
Kerajaan:
Filum:
Upafilum:
Kelas:
Upakelas:
Ordo:
Scorpiones
Berdasarkan klasifikasi diatas maka kita dapat melihat bahwa kalajengking termasuk anggota Filum Arthropoda dan pada kelas Arachnida, karena pada kalajengking memiliki segmen pada tubuhnya. Pembagian tubuhnya terdiri atas cephalotorax dan abdomen. Tidak memiliki sayap. Modifikasi alat mulut berupa kelisera dan pedipalpus. Ciri-ciri ini sesuai dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh kelas arachnida berdasarkan penjelasan dari Sari,2007.
3.      Laba-laba
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Araneae
Berdasarkan klasifikasi diatas maka kita dapat mengetahui bahwa laba-laba termasuk kedalam filum Arthropoda yaitu pada kelas Arachnida. Pada tubuh laba-laba tidak memiliki ruas tubuh. Pembagian tubuhnya terdiri dari cephalotorax dan abdomen. Tidak memilki sayap. Modofikasi mulutnya berupa kelisera (penggigit). Ciri-ciri ini sesuai dengan ciri-ciri yang ada pada Arachnida yang disebutkan oleh Sari,2010.
4.      Kepiting
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Ordo:




Bersadarkan klasifikasi diatas maka Kepiting termasuk dalam filum Arthropoda yaitu kelas Crustaceae pada subkelas Malacostraca. Pada tubuhnya terdapat ruas. Pembagian tubuhnya terdiri dari cephalotorax dan abdomen. Tidak memiliki sayap. Hal ini sesuai dengan penjelasan oleh Laila, 2007
5.      Udang
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Ordo:
Upaordo:
Infraordo:
Caridea
Berdasarkan klasifikasi diatas maka kita dapat mengetahui bahwa udang termasuk kedalam filum arthropoda, yatu pada kelas Crustaceae, dan pada subkelas Malacostraca. Pada tubuh udang terdapat ruas. Pembagian tubuhnya terdiri dari cephalotorax dan abdomen. Tidak memiliki sayap. Memiliki mulut dengan tipe mandibula. Ciri-ciri tersebut sesuai dengan yang dijelaskan oleh Laila, 2007.
6.      Belalang
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Orthoptera




Berdasarkan klasifikasi diatas maka kita dapat mengetahui bahwa Belalang termasuk anggota filum Arthropoda dalam kelas insecta dan ordo orthoptera. Pada tubuhnya terdapat ruas. Pembagian tubuhnnya terdiri dari cephal, torax dan abdomen. Karakteristik ini sesuai dengan yang dijelasakn oleh Laila, 2007.
7.      Kumbang
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Upakelas:
Infrakelas:
Superordo:
Ordo:
Coleoptera
Berdasarkan klasifikasi di atas, kita dapat mengetahui bahwa kumbang termasuk dalam filum arthropoda, dalam kelas insecta, dan termasuk ordo coleoptera. Pada tubuhnya terdapat ruas, pembagian tubuhnya terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen. Coleoptera memiliki sayap berbentuk perisai pada bagian depan dan berbentuk membran pada bagian belakang. Tipe mulut yang dimiliki coleoptera adalah penggigit. Ciri-ciri ini sesuai dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh insecta yang dijelaskan oleh Laila,2007.
8.      Lebah madu
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Bangsa:
Apini
Genus:
Apis
Berdasarkan klasifikasi di atas, lebah madu termasuk dalam filum arthropoda, kelas insecta, dan dalam ordo hymenoptera. Pada tubuhnya terdapat ruas, pembagian tubuhnya terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen. Sayapnya berupa selaput/membran. Tipe mulutnya pengisap dan penusuk. Ciri-ciri ini sesuai dengan ciri-ciri insecta pada ordo Hymenoptera yang dijelaskan Laila,2007.
9.      Kupu-kupu dan Ngengat
Kerajaan:
Divisi:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Lepidoptera
Berdasarkan klasifikasi di atas, kupu-kupu dan ngengat termasuk dalam filum arthropoda, kelas insecta, dan ordo lepidoptera. Pada tubuhnya terdapat ruas, pembagian tubuhnya terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen. Sayapnya berupa membran. Tipe mulutnya pada masa larva penggigit, sedangkan pada masa dewasa pengisap. Ciri-ciri ini sesuai dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Insecta pada ordo Lepidoptera yang dikemukakan oleh Laila,2007.
10.  Kelabang
Kerajaan:
Filum:
Upafilum:
Kelas:
Berdasarkan klasifikasi di atas, kelabang termasuk dalam filum arthropoda, subfilum myriapoda, dan kelas chilopoda. Pada tubuhnya terdapat ruas. Pada setiap ruas terdapat satu pasang kaki. Pembagian tubuhnya terdiri atas kepala dan abdomen. Kelabang ini tidak memiliki sayap. Tipe mulutnya penggigit. Karakteristik ini sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh Hewan anggota kelas Chilopoda yang dikemukakan oleh Sari,2010.
11.  Keluwing
Kerajaan:
Filum:
Upafilum:
Kelas:
Diplopoda
Berdasarkan klasifikasi di atas, keluwing termasuk dalam filum arthropoda, subfilum myriapoda, dan kelas diplopoda. Pada tubuhnya terdapat ruas. Pada setiap ruas terdapat dua pasang kaki. Pembagian tubuhnya terdiri atas kepala dan abdomen. Keluwing tidak memiliki sayap. Tipe mulutnya penggigit. Karakteristik ini sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh Hewan anggota kelas Chilopoda yang dikemukakan oleh Sari,2010.
D.    KESIMPULAN
·         Hewan pada filum arthropoda yang kita memiliki banyak ruas. Dan pada setiap ruas ini sebagian terdapat kaki-kaki. Hal ini dikarenakan memang ciri utama dari arthropoda adalah adanya kaki pada ruas-ruas tubuhnya. Jadi Arthropoda adalah hewan yang mempunyai kaki bersendi-sendi (beruas-ruas).
·         Tubuh crustacea dilindungi oleh kerangka luar yang sangat keras, tersusun dari kitin, dan dipersenjatai dengan sepasang capit. Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakangnya sempit). Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu: dua pasang antena, satu pasang mandibula (untuk menggigit mangsanya), satu pasang maksilla, dan satu pasang maksiliped (Irnaningtyas).
·         Pada filum arachnida salah satu perbedaan yang terlihat mencolok yaitu bahwa pada laba-laba tidak memiliki ruas-ruas pada perutnya. Filum arachnida sebenarnya memiliki 3 filum, yaitu scorpionida, arachnoidea dan acarina. Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak. Salah satu ciri utama dari arachnida yaitu memiliki 4 pasang kaki yang berada pada kepala-dada. Namun pada kalajengking hanya ditemukan 3 pasang kaki, karena 1 pasang kaki lainnya telah berubah menjadi capit.
·         Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan  podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam (Irmaningtyas). Insecta memiliki beberapa ciri-ciri khusus, yaitu: tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut, dada (thorax) terdiri atas tiga ruas (prothorax, mesothorax dan metathorax), dan pada setiap segmen terdapat sepasang kaki
·         Anggota terakhir dari arthropoda yaitu subfilum myriapoda. Dalam penggolongannya myriapoda dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas chilopoda dan kelas diplopoda.Dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan pada filum ini hanya memiliki kepala dan perut, namun tidak memiliki dada (thorax). Serta memiliki sepasang atau 2 pasang kaki pada setiap ruasnya (Irnaningtyas).








DAFTAR PUSTAKA

Diana.2008. “phylum arthropoda”.http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/12/phylum-arthropoda/ (diakses tanggal 14 November 2011)

Edi.2010. “Kingdom-Animalia”.http://www.scribd.com/doc/26835050/Kingdom-Animalia. (diakses tanggal 14 November 2011)
Laila, Siti.2007.Biologi sains dalam kehidupan.surabaya:yudhistira.
Manson.2009. “myriapoda lipan kaki seribu”.http://theo766hi.wordpress.com/2009/06/12/myriapoda-lipankaki-seribu/ (diakses tanggal 14 November 2011)
Sari.2010. “dunia hewan kingdom animalia.”
Kastawi, Yusuf.2005.Zoologi Vertebrata.Malang:UM Press.

0 komentar:

Poskan Komentar