Pages

Subscribe:

Labels

Pengikut

Popular Posts

Popular Posts

Senin, 13 Agustus 2012

Pengamatan Jaringan Tumbuhan


A.    Topik
Pengamatan Jaringan Tumbuhan

B.     Tujuan
-          Dapat mengetahui macam-macam jaringan pada tumbuhan
-          Dapat membedakan struktur anatomi jaringan yang terdapat pada akar, batang, dan daun tumbuhan yang berbeda-beda
-          Dapat menyebutkan macam jaringan penyusun tubuh tumbuhan
-          Dapat menjelaskan masing-masing jaringan penyusun tubuh tumbuhan
-          Dapat menentukan bentuk sel penyusun epidermis
-          Dapat menunjukkan sel penutup stomata
-          Dapat menunjukkan rambut daun (trikomata daun)
-          Dapat menunjukkan letak parenkima pada organ tumbuhan
-          Dapat membedakan macam parenkima pada organ daun
-          Dapat mengamati letak jaringan penguat pada tumbuhan
-          Dapat membedakan kolenkima dengan sklerenkima
-          Dapat menjelaskan susunan berkas pengangkut dalam organ tumbuhan
-          Dapat menentukan tipe berkas pengangkut kolateral

C.     Dasar Teori
      Sel tumbuhan memperlihatkan variasinya yang besar dalam hal ukuran dan strukturnya. Perbedaan-perbedaan itu merefleksikan fungsi yang beragam dari sel-sel tersebut dalam fisiologi tumbuhan yang bersangkutan. Sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama membentuk jaringan. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi.
       Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Akan tetapi, pada perumbuhan dan perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel menjadi terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. Jaringan khusus tersebut tetap bersifat embrionik dan selalu membelah diri. Jaringan embrionik ini disebut meristem. Pada dasarnya, pembelahan sel dapat pula berlangsung pada jaringan lain selain meristem, seperti pada korteks batang, tetapi jumlah pembelahannya sangat terbatas.
       Beberapa jaringan menyusun organ dan organ-organ tersebut membentuk satu kesatuan dalam sistem tubuh makhluk hidup. Jaringan diklasifikasikan menurut dasar yang berbeda, dapat berasal dari asal usul, struktur atau fisiologi. Salah satu klasifikasi yang umum, berdasar aspek morfologis dan fisiologis adalah sebagai berikut.
1. Jaringan meristematik (muda)
2. Jaringan dewasa

1.  Jaringan Meristem
     Berdasarkan asalnya, meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder.
a. Meristem primer, sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik (meristem apikal).
b.  Meristem sekunder, sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus (felogen). Pada pertumbuhan sekunder, kambium dapat membentuk floem sekunder, xilem sekunder, dan kadang-kadang membentuk jejari empulur (parenkima sekunder). Kambium terdapat pada semua tumbuhan dikotil.

     Jaringan meristem tersusun oleh sel-sel yang masih embrional yaitu sel-sel yang masih aktif membelah. Berdasarkan posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi :
a.       Meristem apikal, terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung akar.
b.      Meristem interkalar, terdapat di antara jaringan dewasa. Contohnya, meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku atau famili rumput-rumputan.
c.       Meristem lateral, terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus (felogen).

2.  Jaringan Dewasa
     Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensisasi. Jaringan dewasa berdasarkan fungsi terdiri atas :
a.       Jaringan Epidermis
     Merupakan jaringan penyusun tubuh primer tumbuhan yang paling luar. Sel-sel epidermis biasanya terdiri atas satu lapis sel dan berfungsi untuk melindungi bagian dalam organ tumbuhan.
     Fungsi jaringan epidermis yaitu untuk melindungi kerusakan mekanis pada jaringan lunak yang berada di sebelah dalam jaringan epidermis, mencegah penguapan air yang berlebihan dari jaringan dalam, dapat sebagai tempat menyimpan air pada beberapa tumbuhan xerofit, beberapa sel epidermis  dapat berkembang menjadi jaringan sekretorik dan jaringan nektar, stomata pada batang dan daun, dan bulu penyerap pada akar.
     Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivat epidermis, misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silika dan sel gabus.
b.      Jaringan Dasar (Parenkima)
     Merupakan bagian utama sistem jaringan dasar dan terdapat pula pada berbagai organ sebagai jaringan yang bersinambunganseperti pada korteks dan empulur batang, korteks akar, jaringan dasar pada tangkai daun, mesofil daun, bagian buah yang berdaging, serta juga terdapat pada floem dan xilem. Disebut jaringan dasar karena dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan.
     Jaringan parenkim merupakan suatu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup, dengan struktur morfologi serta fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan proses fisiologis.
     Banyak sel parenkima bersegi banyak dan garis tengahnya dalam berbagai arah bidang hampir sama (isodiametris). Parenkima mempunyai bentuk-bentuk lain antara lain : prismatis, memanjang, bentuk tidak teratur, bercabang-cabang berbentuk bintang (aktinenkim), dindingnya berlekuk-lekuk (parenkima lipatan).
     Isi sel parenkima tergantung pada aktivitas selnya, selain dapat berisi kloroplas mungkin juga berisi kristal, tanin, minyak dan hasil sekresi lainnya, amilum dan aleuron. Pada beberapa tempat tertentu sel parenkima mengandung kloroplas sehingga dapat berasimilasi, parenkima yang demikian disebut klorenkima. Pada daun dijumpai klorenkim yang selnya memanjang ke arah radial dan tersusun rapat seperti pagar maka dinamai jaringan tiang (parenkima palisade). Selain itu ada juga parenkima yang membentuk ruang antar sel kecil-kecil sehingga seperti sponsa dinamakan bunga karang.
c.       Jaringan Penguat/Penyokong
     Merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan. Berdasarkan betuk dan sifatnya dibedakan menjadi :
·         Jaringan Kolenkima
     Terdiri dari sel-sel hidup yang bagian sudut dindingnya mengalami penebalan selulosa. Jaringan kolenkima terutama terdapat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
     Jaringan ini berfungsi sebagai penguat pada organ muda dan tua (terutama pada tumbuhan lunak). Jaringan kolenkima umumnya terdapat di daerah perifer, misalnya langsung berada di sebelah dalam epidermis oleh beberapa lapis parenkima.
·         Jaringan Sklerenkima
     Jaringan sklerenkima tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh bagian dindingnya mengalami penebalan sehingga memiliki sifat kuat. Jaringan sklerenkima terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) dan sklereid (sel-sel batu).
-          Serabut sklerenkima
Umumnya terdapat dalam bentuk untaian atau dalam bentuk lingkaran. Di dalam berkas pengangkut, serabut biasanya merupakan suatu seludang yang berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang tersebar di dalam xilem dan floem. Serat-serat sklerenkim mempunyai ukuran antara 2 mm sampai 25 cm. Serat sklerenkimyang panjang terdapat pada Agave, Hibiscus sabdariffa, dan Hibiscus canabinus.
-          Sklereid(a)
Sklereid lebih pendek daripada serat, terdapat pada semua bagian tumbuhan, terutama di dalam kulit kayu, pembuluh tapis, dan dalam buah atau biji. Contohnya, tempurung kelapa (Cocos nucifera) hampir seluruhnya terdiri dari sklereid.
d.      Jaringan Pengangkut (Vaskuler)
     Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xilem dan floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, serta unsur-unsur lain seperti serabut xilem dan parenkim xilem.
*        Xilem
Fungsi utama dari xilem adalah untuk sirkulasi air dan mineral dari akar. Terdiri atas beberapa tipe sel yang berbeda dan masing-masing juga disebut elemen xilem atau unsur xilem. Pada umumnya, sel-sel penyusun xilem merupakan sel mati dengan dinding yang sangat tebal tersusun dari zat lignin, sehingga xilem berfungsi juga sebagai jaringan penguat. Unsur-unsur xilem terdiri dari unsur trakeal, serabut xilem dan parenkima xilem.
*        Floem
Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Terdiri atas beberapa tipe sel yang berbeda dan masing-masing juga disebut sebagai elemen floem. Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsur tapis, sel pengiring, parenkima floem dan serabut floem.
(sumber: Biologi SMA Kelas XI:2006)
D.    Alat dan Bahan
1)      Mikroskop
2)      Kaca benda dan kaca penutup
3)      Pipet tetes
4)      Kobokan/wadah air
5)      Silet tajam
6)      Kuas/jarum preparat
7)      Preparat awetan irisan melintang batang Zea mays (jagung)
8)      Preparat awetan irisan melintang batang Cucurbita moschata (waluh)
9)      Preparat awetan irisan melintang daun Nerium oleander (bunga mentega)
10)  Preparat awetan irisan melintang daun Cymbogopon nardus (sere)

E.     Prosedur Kerja
     Pengamatan obyek dilakukan di bawah mikroskop majemuk (cahaya) dengan perbesaran lemah (okuler 10 X dan obyektif 10 X ) terlebih dahulu. Bila kurang jelas gunakan perbesaran kuat (okuler 10 X dan obyektif 40/45 X). Lalu buatalah gambar secara rinci dari hasil pengamatan pada satu sektor.
1)      Pengamatan pada preparat awetan irisan melintang batang Zea mays (jagung)
a.       Mengambil preparat awetan.
b.      Mengamati di bawah mikroskop, sel-sel epidermis diperhatikan, ada berapa lapiskah?
c.       Jaringan hipodermis yang bersifat sklerenkimatis diperhatikan.
d.      Dapatkah membedakan daerah korteks dan daerah empulur? Jaringan yang terdapat di sebelah dalam dari hipodermis yang bersifat sklerenkimatis adalah parenkima.
e.       Diperhatikan letak berkas pengangkut yang tersebar, apakah tipe berkas pengangkutnya?
f.       Membuat bagan/skema penampang batang secara keseluruhan, menggambar satu sektor dan memberi keterangan secara rinci.
2)      Pengamatan pada preparat awetan irisan melintang batang Cucurbita moschata (waluh)
a.       Mengamati preparat awetan di bawah mikroskop, sel-sel epidermis diperhatikan.
b.      Jaringan kolenkima pada bagian korteks diperhatikan, terdiri dari berapa lapiskah?
c.       Diperhatikan jaringan parenkima, berada di daerah manakah dari organ ini.
d.      Diperhatikan jaringan sklerenkima, pada bagian stele (silinder pusat) diperhatikan susunan berkas pengangkutnya.
e.       Apa tipe berkas pengangkutnya?
f.       Membuat bagan/skema penampang daun secara keseluruhan , menggambar satu sektor dengan rinci.
3)      Pengamatan pada preparat awetan irisan melintang daun Nerium oleander (bunga mentega)
a.       Mengambil preparat awetan irisan melintang  daun Nerium oleander.
b.      Mengamati di bawah mikroskop, epidermis yang terletak pada permukaan atas diperhatikan, ada berapa lapiskah? Lapisan kutikula yang tebal diamati.
c.       Mesofilnya ditunjukkan (daerah antara epidermis atas dengan epidermis bawah kecuali berkas pengangkut) yang terdiferensiasi menjadi dua macam jaringan parenkim, jaringan apakah itu?
d.      Diperhatikan epidermis bawahnya, diperhatikan trikoma dan stomatanya, terletak dimana?
e.       Diamati bagian tulang daunnya, diamati berkas pengangkutnya.
f.       Membuat bagan/skema penampang daun secara keseluruhan dengan melibatkan penampang tangkai daun, gambar sebagian secara rinci.
4)      Pengamatan pada preparat awetan irisan melintang daun Cymbopogon nardus (sere)
a.       Mengambil preparat awetan irisan melintang daun Cymbopogon nardus (sere).
b.      Mengamati di bawah mikroskop, diperhatikan epidermis yang terletak pada permukaan atas maupun bawah daun, berapa lapiskah? Pada permukaan epidermis manakah terdapat stomata?
c.       Menunjukkan mesofilnya yang tersusun atas sel berdinding tipis, apakah mesofilnya terdiferensiasi menjadi parenkim palisade dan bunga karang?
d.      Diperhatikan sel-sel parenkima yang membentuk selubung berkas pengangkut, diperhatikan ibu tulang daunnya bagaimana susunan berkas pengangkutnya?
e.       Bagaimana kedudukan xilem dan floemnya, adakah jaringan penguatnya, kalau ada di bagian mana?
f.       Membuat bagan/skema daun secara keseluruhan dengan melibatkan penampang tangkai daun, menggambar sebagian secara rinci.

F.      Hasil Pengamatan
Gambar
Keterangan
Preparat Irisan Melintang Daun Nerium oleander (bunga mentega)

Preparan Irisan Melintang Daun Cymbopogon nordus (daun sere)

Preparat Irisan Melintang Akar Zea mays (jagung)

Preparat Irisan Melintang Akar Helianthus annus (bunga matahari)

Preparat Irisan Melintang Batang Zea mays (jagung)

Penampang Melintang Batang Cucurbita moschata (waluh)


G.    Analisis Data
a)    Analisis data batang monokotil dari Zea mays
Dari gambar hasil pengamatan, batang tumbuhan monokotil tersusun atas beberapa jaringan. Penyusun batang monokotil berupa epidermis, korteks, endodermis, perisikel, jaringan pengangkut yang terdiri atas xilem dan floem. Di sisi luar jaringan pengangkut terdapat serudang empulur, tipe berkas pembukluh kolateral tertutup karena tidak ada kambium.
b)   Analisis data batang dikotil dari Cucurbita moschata
Dari gambar hasil pengamatan, batang tumbuhan dikotil tersusun atas beberapa jaringan. Penyusun batang dikotil berupa epidermis, korteks, jaringan pengangkut (xilem dan floem),kambium, empulur. Tipe berkas pembuluh kolateral terbuka karena antara floem dan xilem terdapat kambium.
c)    Analisis data daun monokotil dari Cymbopogon nordus
Penyusun daun monokotil berupa epidermis atas, jaringan pengangkut (xilem dan floem), jaringan bunga karang, pada daun tidak mempunyai korteks digantikan oleh jaringan palisade, namun pada daun monokotil tidak terdapat palisade.
d)   Analisis data daun dikotil dari Nerium oleander
Penyusun daun dikotil berupa kutikula, epidermis atas, jaringan pengangkut (xilem dan floem), jaringan bunga karang, jaringan palisade, epidermis bawah, trikomata, stomata, dan kristal Ca-oksalat. Pada daun tidak mempunyai korteks digantikan oleh jaringan palisade.
e)    Analisis data akar monokotil dari Zea mays
Akar monokotil memiliki struktur lebih rapat daripada akar dikotil. Akar monokotil terdiri dari atas epidermis, korteks, endodermis, perisikel, jaringan pengangkut (xilem dan floem), seludang sklerenkim, dan stele.
f)    Analisis data akar dikotil dari Helianthus annus
Penyusun akar dikotil antara lain epidermis, korteks, endodermis, perisikel, jaringan pengangkut (xilem dan floem), dan stele. Jaringan pengangkut dan stele berbentuk seperti bintang.
H.    Pembahasan
1)      Preparat awetan irisan melintang akar Zea mays (jagung)
Akar tumbuhan monokotil disusun oleh jaringan epidermis, parenkim berupa korteks, endodermis, jaringan pengangkut (xilem dan floem), dan empulur. Xilem dan floem selang-seling (radial). Jaringan epidermis merupakan jaringan terluar dari akar tumbuhan monokotil. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi jaringan di dalamnya. Jaringan parenkim adalah jaringan dasar yang terdapat diseluruh organ tumbuhan. Disebut sebagai jaringan dasar karena sebagai penyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, bunga, buah dan biji. Korteks termasuk dalam jaringan parenkim. Jaringan endodermis adalah jaringan yang berada setelah jaringan korteks. Endodermis adalah jaringan akar tumbuhan monokotil yang terletak setelah korteks. Xilem dan floem adalah berkas pengangkut. Xilem berfungsi mengangkut air dan zat hara dari dalam tanah menuju daun untuk proses fotosintesis sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.

2)      Preparat awetan irisan melintang akar Helianthus annus (bunga matahari)
Akar tumbuhan dikotil disusun oleh jaringan epidermis, korteks, endodermis, jaringan pengangkut berupa xilem dan floem, dan stele. Pada umumnya, tidak ada perbedaan yang mencolok antara akar monokotil dan dikotil dari segi anatomi. Namun, ada perbedaan antara jaringan pengangkut akar dikotil dan monokotil, yaitu pada bentuknya. Pada akar monokotil, bentuknya adalah selang-seling/ radial, sedangkan pada akar dikotil bentuknya seperti bintang.

3)      Preparat awetan irisan melintang batang Zea mays (jagung)
Irisan melintang batang Zea mays (jagung) tersusun atas jaringan epidermis, parenkim, sklerenkim, dan berkas pengangkut. Bagian terluar jaringan disebut epidermis. Parenkim adalah jaringan dasar yang tersusun atas banyak sel yang mengisi ruang dari sel. Parenkim dapat membelah meskipun sudah merupakan jaringan dewasa sehingga bisa dikatakan memiliki fungsi dalam meristematik. Parenkim juga berperan dalam penyembuhan luka. Sklerenkim adalah jaringan tumbuhan yang berfungsi sebagai penguat yang terdapat pada tumbuhan dewasa dan melindungi bagian lunak jaringan di dalamnya. Selain itu, terdapat berkas pengangkut yaitu xilem dan floem yang tersebar acak hingga ke empulur. Maka tak nampak korteks dan stele. Berdasarkan struktur berkas pengangkutnya, batang tumbuhan jagung termasuk batang monokotil.

4)      Preparat awetan irisan melintang batang Cucurbita moschata (waluh)
Irisan melintang batang Cucurbita moschata (waluh) memiliki struktur jaringan yang tersusun atas epidermis, korteks, sklerenkim, dan berkas pengangkut. Berkas pengangkut tersusun atas xilem dan floem. Epidermis merupakan jaringan terluar yang berfungsi melindungi jaringan di dalamnya. Korteks adalah jaringan tumbuhan yang terletak di bawah epidermis dengan bentuk sle bulat dan tipis. Korteks berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Sklerenkim adalah jaringan penguat pada tumbuhan yang terdapat pada bagian tumbuhan yang telah berhenti tumbuh. Jaringan ini berfungsi menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa dan melindungi jaringan lainnya. Pada batang tumbuahn terdapat berkas pengangkut yaitu xilem dan floem. Pada penampang irisan batang ini, florm mengelilingi xilem. Berkas pengangkut pada batang waluh berbentuk teratur radial. Berdasar susunan anatominya, batang waluh merupakan batang dikotil.

5)      Preparat awetan irisan melintang daun Nerium oleander (bunga mentega)
Irisan melintang daun Nerium oleander (bunga mentega) tersusun atas jaringan epidermis, jaringan palisade, stomata, dan trikoma. Epidermis merupakan bagian terluar pada daun. Jaringan palisade merupakan diferensiasi dari mesofil di antara epidermis atas dan epidemis bawah. Di dalam sel palisade, terdapat kloroplas yang tersusun rapat. Sehingga menjadi tempat terjadinya proses fotosintesis bersama jaringan bunga karang. Stomata adalah celah di bagian epidermis daun yang merupakan jalan pertukaran udara. Trikoma adalah modifikasi dari epidermis yang berbentuk rambut, duri, tabung, atau gelembung yang berfungsi melindungi dan memantulkan radiasi cahaya matahari.

6)      Preparat awetan irisan melintang daun Cymbopogon nardus (sere)
Irisan melintang daun Cymbopogon nardus (sere) tersusun atas jaringan epidermis, sel kipas, sponsa, xilem, floem, ruang reksigen, sel pengiring, dan mestom. Epidermis terletak pada bagian luar dan mengandung sel kipas dan stomata. Sel kipas berfungsi sabagai tempat penyimpanan air.  Apabila terjadi penguapan yang besar, sel kipas akan mengempis untuk mengurangi penguapan.  Jaringan sponsa atau disebut juga jaringan bunga karang adalah hasil diferensiasi jaringan dasar antara epidermis atas dan epidermis bawah. Jaringan sponsa susunannya tidak teratur, renggang, dan mengandung kloroplas yang lebih sedkiit jika dibandingkan dengan jaringan palisade. Fungsi jaringan sponsa adalah sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis bersama-sama jaringan palisade. Berkas pengangkut berupa xilem dan floem terdapat pada tulang daun. Sel pengiring merupakan bagian yang menyusun floem.

I.       Diskusi
1.    Jelaskan macam jaringan yang menyusun organ:
a.    Batang jagung
Epidermis, korteks, endodermis, perisikel, jaringan pengangkut yang terdiri atas xilem dan floem.
b.    Batang waluh
Epidermis, korteks, jaringan pengangkut (xilem dan floem), kambium, empulur.
c.    Daun bunga mentega
Kutikula, epidermis atas, jaringan pengangkut (xilem dan floem), jaringan bunga karang, jaringan palisade, epidermis bawah, trikomata, stomata, dan kristal Ca-oksalat.
d.   Daun sere
Epidermis atas, jaringan pengangkut (xilem dan floem), jaringan bunga karang.
2.    Mengapa jaringan tumbuh-tumbuhan memerlukan jaringan pelindung?
-       Untuk melindungi tubuh tumbuhan dari gangguan jamur, virus, dan bakteri yang merupakan penyebab penyakit pada tumbuhan.
-       Kutikula dan epidermis: melindungi tumbuhan dari kekeringan/ besarnya penguapan.
-       Untuk menutup luka saat ada bagian tumbuhan yang terluka.
3.    Derivat epidermis apakah yang dapat anda temukan pada pengamatan?
-       Trikomata
-       Stomata
-       Kutikula
-       Sel kipas
4.    Sifat parenkima yang manakah menyebabkan jaringan ini mampu melaksanakan berbagai fungsi anatomi dan fisiologi?
-       Sel-sel parenkima tidak menunjukkan banyak spesialisasi dan ada di berbagai bagian tumbuhan seperti daging buah, korteks akar, mesofil pada daun, dll.
5.    Apa saja yang termasuk dalam sistem penguat jaringan pada daun?
-       Jaringan palisade/ tiang dan jaringan bunga karang/ sponsa
6.    Jelaskan sifat-sifat jaringan mekanik: a. Jaringan kolenkima, b. Jaringan sklerenkima.
a.    Dinding sel umumnya tidak mengandung zat kayu dan bersifat plastis, yaitu berkembang dan menyesuaikan diri dengan pertumbuhan memanjang organ dan dapat merenggang secara permanen sama dengan pertumbuhan organ tempatnya berada. Sel-sel kolenkima dapat mengandung kloroplas sehingga bisa melakukan fotosintesis. Jaringan kolenkima ada di tumbuhan muda.
b.    Dinding sel mengalami penebalan primer dan penebalan sekunder yang tebal dan keras, dengan berlignin atau senyawa lain (selulosa), dan menunjukkan sifat elastis (kenyal). Jaringan kolenkima terdapat pada tumbuhan tua atau muda.
7.    Bagaimanakah macam jaringan parenkima pada daun bunga mentega?
-       Ada dua macam, antara lain:
a.    jaringan palisade/ klorenkima yaitu jaringan parenkima yang berisi kloroplas sehingga mampu melakukan fotosintesis.
b.    jaringan sponsa yaitu jaringan parenkima yang membentuk ruang-ruang antarsel dan berbentuk seperti spons.
8.    Bagaimanakah cara membedakan xilem dan floem pada penampang melintang batang dan daun dari pengamatan preparat?
-       Xilem: dinding tebal dan diameter jaringan besar.
-       Floem: dinding tipis dan diameter jaringan kecil.

J.       Kesimpulan
1)      Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem terdiri dari meristem primer dan sekunder. Sedangkan jaringan dewasa tersusun atas epidermis, , jaringan parenkim, jaringan penguat, jaringan gabus  dan jaringan pengangkut.
2)      Anatomi batang tumbuhan dikotil berbeda dengan tumbuhan monokotil. Perbedaan ini berdasarkan pada letak berkas pengangkut. Pada batang monokotil, letak berkas pengangkutnya tersebar merata (tidak teratur). Sedangkan batang dikotil letak berkas pengangkutnya teratur.
3)      Anatomi akar tumbuhan monokotil berbeda dengan tumbuhan dikotil. Pada tumbuhan monokotil, batas ujung akar dan kaliptra jelas, perisikel terdiri dari beberapa lapis sel, punya empulur yang luas sebagai pusat akar, tidak ada kambiumnya, jumlah lengan protoxilem banyak (lebih dari 12), letak xilem dan floem berselang-seling. Pada akar dikotil, batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas, perisikel terdiri dari 1 lapis sel, tidak punya empulur / empulurnya sempit, mempunyai kambium, jumlah lengan xilem antara 2-6, letak xilem di dalam dan floem di luar (dengan kambium sebagai pembatas)

K.    Daftar Rujukan
Pratiwi, D.A., Sri Maryati, Srikini, Suharno & Bambang S. 2006. Biologi untuk SMA
            Kelas XI. Jakarta. Penerbit Erlangga.
shadow _ LAPORAN PENGAMATAN STRUKTUR ANATOMI TUMBUHAN (online: http://bures.blogdetik.com/laporan-pengamatan-struktur-anatomi-tumbuhan/). Diakses 26 September 2011

0 komentar:

Poskan Komentar